Search

Kamis, 14 April 2011

BALADA REALITA "WARNET"

Hari ini tanggal 14 Maret 2011, sebuah tuntutan tugas membuat kaki melangkah kearah gubuk modernisasi. Tempat dimana anak muda menyalurkan sifat sosialisasinya dengan sedikit "style" jaman sekarang. Ada juga bocah-bocah yang bermain di layar kotak persegi sambil misuh-misuh dan tua bangka yang masuk situs "mak comblang" versi virtual. Aneh memang, tapi apa daya ini adalah proses sebuah kemajuan (katanya). 

 Orang-orang mengenalnya dengan warung internet (warnet), seperti yang sudah lama beredar yaitu warung telepon (wartel). Entah kenapa semua menjadi cita rasa lokal dengan imbuhan "warung" didepan setiap produk globalisasi, mungkin untuk menunjukkan kesan murah dan sedikit merakyat bagi dua ratus juta penduduk Indonesia yang terbiasa dengan warung tegal (warteg) dan warung kopi (warkop) yang memenuhi perempatan jalan-jalan. Hanya bedanya warung ini tempatnya mesti menarik hati, bukan sekedar harganya murah meriah. Biasanya ada banyak bilik yang dibagi sekat-sekat, ada juga yang diberi tirai-tirai untuk mereka yang memesan hal privasi seperti bilik VVIP, mungkin ingin seperti pejabat yang mudah menyulap penjara jadi rumah kontrakan. Bukan rahasia umum bilik VVIP ini adalah sarang penyamun, seperti goa terlarang yang setiap kejadian hanya diketahui sang pemakai dan Allah SWT (baik atau buruknya, tanyakan pada diri anda sendiri). 

Layaknya "warung" ada banyak menu yang ditawarkan, kebanyakan hanya mengenyangkan keingintahuan dan sifat penasaran. Yap, warnet menjual jasa dan informasi juga menjual modernisasi pada jiwa-jiwa yang dijajah tugas-tugas sekolah, guru, dosen dan atasan. Menu favorit tidak lain dan tidak bukan yaitu internet (bukan singkatan Indomie telur kornet) tapi kepanjangannya adalah Interconnected-networking. Internet itu adalah sebuah teknologi. Betul, internet itu adalah teknologi, tapi anda berharap akan ada penjelasan panjang lebar bukan? maaf membuat anda kecewa. Coba tanyakan pada guru-guru pelajaran TIK, anak-anak informatika dan blogger-blogger dunia maya. Tak ada yang perlu dijelaskan panjang lebar karena itu hanya secuil pengetahuan tak penting, karena orang-orang hanya tahu bagaimana menggunakannya saja tak pernah bertanya sejarah internet, apa saja kelebihannya, kekurangannya, sisi negatif dan positif. Maka berterimaksihlah pada sekolah dan universitas, karena untuk tugas-tugas anda pernah diharuskan mencari tahu itu semua (walau alakadarnya saja).

Dalam pengoperasian sebuah warnet ada yang mengawasi setiap bilik-bilik, petugas itu dinamakan "operator". Mungkin pekerjaan paling mudah di jagat serba susah yang namanya Indonesia. Hanya memeriksa tagihan yang digunakan untuk setiap pemakaian satu unit komputer berdaya 100-150 watt, pekerjaan itu dimudahkan juga oleh sistem aplikasi yang dikenal sebagai "billing" penghitung waktu pemakaian otomatis. Jadi setelah pemakai selesai ber-internet ria, operator dapat mengetahui berapa lama si pekamakai berhadapan dengan layar monitor. Tanpa kebohongan, penipuan dan kepura-puraan, semua menjadi jelas dimata operator sejelas sang surya yang menyilaukan pagi buta.

Dan akhirnya kita sampai pada penghargaan fasilitas internet terbaik sepanjang masa, penghargaan lifetime Achievement sebagai ucapan terimakasih kami siswa dan mahasiswa pada khususnya serta para pengguna internet seluruh Indonesia pada umunya. Kepada "Copy dan Paste" sekali lagi kami ucapkan matur suwun dan hatur nuhun karena telah menumbuhkan jiwa-jiwa pragmatis tuntutan jaman globalisasi, membuat efisiensi waktu dapat terlaksana dengan baik dan mempercepat proses kerja secara keseluruhan. Biarkan saja para originalis berkoar-koar memaki kalian, mencaci kalian atas dasar matinya kreatifitas. "Percuma ada UU HAKI, lah seenak jidat dua kali klik terus bilang karya buatan sendiri!" teriak salah satu demonstran yang menghujat kalian. Tapi tak apa, anjing menggongong kafilah lari ketakutan, toh polling sms yang menentukan. Siapa suruh mereka tidak ikut memberikan dukungan kepada nominator lain? sekarang setelah kalian menjadi yang terfavorit mereka tak terima. Memang aneh dunia, yang jelas dan pasti dipertanyakan sedangkan yang remang dan gamang dibiarkan. Pada akhirnya mereka juga akan lelah bersuara tanpa didengar, asal tidak anarkis kita dapat tenang sambil menutup kuping dengan kapas atau apapun. Bisa juga memakai headset, agar lebih nyaman lagi sambil mendengarkan siaran radio atau musik. Acuhkan saja mereka, sampai habis gemanya, sampai rusak gendang telinga temannya sendiri mendengar rintihan minta dikasihani dengan sedikit paksaan. Berbanggalah anak-anak jaman globalisasi, terus berkarya dengan "Copy dan Paste" wujudkan mimpi bersama mereka.

***

Sekian reportase dari tempat diselenggarakannya penghargaan Fasilitas Internet Terbaik tahun 2011 yang dimenangkan "Copy dan Paste", semoga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi anda pengguna Internet yang budiman. Terima kasih atas perhatian anda, selamat malam, Bon Voyage.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar