Search

Memuat...

Sabtu, 08 Januari 2011

FRASA KEHIDUPAN


Dan awan gelap jatuh tersandung,
kutulis dalam puisi.

Lalu dewi malam terpeleset batu kerikil, 
aku tulis dalam puisi.

Bintang pecah berserakan,
aku tulis dalam puisi.

Seketika Mentari tertawa riang gembira,
aku tulis dalam puisi.

Hingga Langit biru tersenyum ceria,
aku tulis dalam puisi.

Saat Hujan datang beramai-ramai, 
aku tulis dalam puisi.

Semua berbaris rapi ditiap-tiap bait cerita ini.
Semua tentang rasa yang bergumpal di hati.
Karena puisi tak kenal pagar pembatas,
tak kenal lubang penghalang dan jebakan kehidupan.

Tiba-tiba pedati diganti kuda besi,
Aku tulis dalam puisi.

Hingga Surat kertas tergusur kasar sms dan email,
Aku tulis dalam puisi.

Manusia di hajar buatannya sendiri,
Aku tulis dalam puisi.

Semua hadir di lembaran-lembaran lusuh dan lapuk digerogoti zaman modernisasi.
puisi tak kenal waktu,
Tak kenal akhir dan juga tak kenal era globalisasi.

Karena Puisi hanya mengenal frasa-frasa kehidupan dan jendela sanubari yang terbuka secara perlahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar