Search

Selasa, 14 Desember 2010

MENJAUH

Dulu kita saling menghimpit,
hanya udara yang membatasi.
dulu kita saling berbicara,
hanya detik yang menemani.

Dulu kau tertawa dan aku tersenyum,
hanya malam yang menanti.

Takdir berputar kini kau memutus benang yang menyatukan pertemanan kita,

kini bukan hanya udara, tapi angkasa yang membatasi kita.
kini bukan waktu, tapi abad yang menemani kita.
kini tak ada malam, hanya akhir yang menanti kita.

Sahabat tak akan pergi,
tapi cinta mudah pergi.

Maka kejarlah cintamu,
karena sahabat selalu menantimu.

Di waktu yang sama saat kau pergi,
di tempat yang sama ketika nanti kau akan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar